profiel
krfjkrjfkjfrkfjkrjf
Mengintip tunggangan penduduk puncak Bromo Jatim…lho, mayoritas Honda GL Pro/Max cak !!
Redaksi 1
00.41
No comments
Tanjakan luar biasa tinggi dipuncak
penanjakan gunung Bromo membuat IWB cukup ngeri saat jeep 4 WD meraung
berusaha mengerahkan tenaganya. Hawa dingin serta minimnya pencahayaan
dilibas dengan santai oleh driver yang merupakan penduduk asli dipuncak
gunung Bromo. Sesekali doi berusaha menjaga jarak dengan rombongan depan
untuk menjaga keamanan. Asli cak….entah kenapa IWB cukup tegang. Lawong
tingginya ampun tenan. Kalau boleh milih sih mending IWB nunggang
Kawasaki Versys250 keatas. Namun demi keamanan KMI tidak memberikan
jadwal tersebut. Jadi IWB-pun mencoba menikmati tanjakan ekstrim. Sayang
jalur yang cukup padat membuat jeep tidak bisa melanjutkan perjalanan.
IWB pun terpaksa turun dan melanjutkan dengan jalan kaki.
Weekksss…tobaaat mana dingin bangettt. Maklum cak baru jam 3 pagi…tobat
njarannnn….
Turun
dari jeep, hawa dingin langsung menyeruak masuk kulit dan hidung.
Waduh…koq nafas jadi susah bener yak. IWB awalnya berusaha ngikutin
rombongan yang langsing-langsing. Mereka saja seperti kesusahan berjalan
menyusuri jalan yang tinggi bener. Weehhh…opo maneh IWB. Disisi
lain….tukang ojek banyak bener terus nempel ke IWB. “Ojek mz…ojek. Masih
jauhh nih. 10 ribu rupiah aja mz..”teriak mereka. Disanalah IWB
melihat….motor jaman IWB muda banyak bener….
Yup…GL Pro yang nyaris tidak pernah IWB lihat di Jakarta, di Bromo bak
ikan teri. Selain GL-Pro…adiknya si Max juga menjadi tunggangan warga
Bromo. Akehhhh cakkk….jian keren ki. Tanpa berpikir panjang…IWB pun
langsung lompat kejok salah satu GL Pro. “Horaaa sudi timbang
rekoso..”batin IWB. Teriakan mesin khas GL meraung. Yang IWB
heran….suara mesin termasuk prima. IWB bisa bedain mesin sehat atau
sakit. Dan untuk ukuran motor tua, engine cukup mengejutkan. Estimasi
IWB motor sekitar keluaran 1995-1999….
Singkat cerita, IWB pun turun kembali menggunakan jeep. Disanalah IWB bertanya pada mz Sopir yang kebetulan disamping IWB. “Mz…disini saya lihat banyak banget ya Honda GL Max sama Pro. Kenapa nggak motor lain mz yang masih muda?..“tanya IWB. Mz sopir langsung menjawab. “Buat nanjak kuat mz GL. Mesin juga bandel nggak gampang rewel. Selain itu irit, masih karbu jadi gampang kalau ada apa-apa...”seru mz sopir. Matanya tetap fokus kedepan. Hhhmm….menarik ki. Tapi IWB masih penasaran….
“Itu kan motor tua mz. Gimana soal spare partnya kalau rusak. Apa nggak susah?“pancing IWB. “Wah…justru
sparepart GL banyak banget disini mz. Nggak susah. Semua bengkel punya
sparepartnya kalau ada kerusakan. Nggak masalah…”tukas doi.
Ealahhh….ngono to. Jadi sparepart melimpah. Padahal mesin sudah jadul
cak. Yup…seperti yang kita tahu…AHM sudah menyetop produksi GL Max
hampir 12 tahun lalu atau tepatnya 2005. Sedang GL Pro sudah selesai
ditahun 1999. Hebatnya…sparepart katanya gampang kangbro. Ampuh dan
sakti tenan ki wong Bromo….
Last…selain
suplai pabrikan atau vendor, sparepart bisa saja merupakan hasil kreasi
dari para bengkel disana. Keunggulan mesin GL adalah konfigurasi yang
simpel dan tidak neko-neko. Selain itu material mesin memang jempolan.
Buatan era 1990-an IWB harus akui. Terbukti walau usia sudah uzur motor
cing cai diajak nanjak ekstrim. Ngebonceng IWB yang super gambot iso
santai pakde. Diluar jeroan, setidaknya dari sasis, swing arm, headlamp
dan part lain IWB lihat masih orisinil. Edian juga yak. Motor sekarang?.
Entah kenapa IWB nggak yakin masih bisa sebaik mereka di 12 tahun
kedepan. GL series?. Emang legend ki motor. Ediannn…(iwb)
Data Kompax Probolinggo
Redaksi 1
23.47
No comments
Melalui media ini, kami ingin memperkenalkan siapa kami, apa kegiatan kami serta tujuan kami yang ingin kami capai. Kompax Indonesia membuka tangan lebar-lebar bagi siapa saja yang ingin bergabung bersama kami. Dan jika anda adalah maupun pemukiman yang tinggal di wilayah Kota/Kabupaten Probolinggo, kami akan menjembatani anda untuk bergabung bersama menjadi bagian dari Keluarga Besar Komunitas Indonesia, Chapter Probolinggo.





Sekretariat: